Perbedaan Obat Kimia dan Obat Tradisional

Selasa, 20 Desember 2011 Published by Acep Suherman,SE

Perkembangan zaman semakin kian pesat, banyak sekali fenomena yang terjadi di masyarakat yang semakin gencar untuk melakukan perubahan dengan kembali kemasa lalu. Salah satunya adalah dengan menggunakan kembali berbagai macam obat-obatan tradisional yang berasal dari bermacam-macam tumbuh-tumbuhan. Namun, tidak ada salahnya untuk perubahan seperti ini karena perbedaan obat kimia dan obat tradisional cukup jelas untuk mencapai hasil yang baik untuk mendapatkan suatu kesehatan.

Perbedaan obat kimia dan obat tradisional :

Obat Kimiawi :

1. Lebih diarahkan untuk menghilangkan gejala-gejalanya saja.

2. Bersifat sympthomatis yang hanya untuk mengurangi penderitaannya saja.

Beberapa jenis penyakit memang belum ada obatnya, obat yang ada hanya bersifat simptomatik dan harus diminum seumur hidup. Beberapa penyakit belum diketahui penyebabnya. Banyak pasien secara rutin pergi ke dokter tanpa perbaikan yang signifikan bahkan semakin buruk keadaannya.

3. Bersifat paliatif artinya penyembuhan yang bersifat spekulatif, bila tepat penyakit akan sembuh, bila tidak endapan obat akan menjadi racun yang berbahaya.

4. Lebih diutamakan untuk penyakit-penyakit yang sifatnya akut (butuh pertolongan segera) seperti asma akut, diare akut, patah tulang, infeksi akut dan lain-lain.

5. Reaksi cepat, namun bersifat destruktif artinya melemahkan organ tubuh lain, terutama jika dipakai terus-menerus dalam jangka waktu lama.

6. Efek samping yang bisa ditimbulkan iritasi lambung dan hati, kerusakan ginjal, mengakibatkan lemak darah.

Terdapat efek samping dari obat kimia yang bisa berupa efek samping langsung maupun tidak langsung atau terakumulasi. Hal ini terjadi karena bahan kimia bersifat anorganik dan murni sementara tubuh bersifat organik dan kompleks. Maka bahan kimia bukan bahan yang benar benar cocok untuk tubuh. Penggunaan bahan kimia pada tubuh dianggap sebagai sesuatu yang tidak terhindarkan dan digunakan secara terbatas yang dapat diterima dan ditoleransi oleh tubuh.

7. Reaksi terhadap tubuh cepat.

Obat Tradisional :

1. Diarahkan pada sumber penyebab penyakit dan perbaikan fungsi serta organ-organ yang rusak.

2. Bersifat rekonstruktif atau memperbaiki organ dan membangun kembali organ-organ, jaringan atau sel-sel yang rusak.

3. Bersifat kuratif artinya benar-benar menyembuhkan karena pengobatannya pada sumber penyebab penyakit.

4. Lebih diutamakan untuk mencegah penyakit, pemulihan penyakit-penyakit komplikasi menahun, serta jenis penyakit yang memerluakan pengobatan lama.

5. Reaksi lambat tetepi bersifat konstruktif atau memperbaiki dan membangun kembali organ-organ yang rusak.

6. Efek samping hampir tidak ada, asalkan diramu oleh herbalis yang ahli dan berpengalaman.

Hal ini terjadi karena obat tradisional tersusun oleh bahan-bahan organik yang kompleks. Dengan kata lain obat tradisional dapat dianggap sebagai makanan yang berarti bahan yang dikonsumsi guna memperbaiki organ atau sistem yang rusak. Kelebihan obat herbal yang digunakan tentu menyebabkan efek samping seperti halnya kelebihan makanan. Sebagai hasilnya, sebagai kuncinya, dosis yang dianjurkan untuk penggunaan herbal adalah dosis tradisional dan sedikit dikurangkan.

Perbedaan lainnya yang dapat kita lihat antara perbedaan obat kimia dan obat tradisional adalah dari masalah Harga.

Hampir semua obat kimia bernilai harga yang cukup tinggi ketimbang dengan harga obat tradisional. Ini disebabkan karena obat kimia yang kita gunakan berasal dari luar. Hal ini terjadi karena untuk menghasilkan obat kita membutuhkan teknologi tinggi, biasa investasi yang tinggi dan waktu penelitian yang lama. Alasan lain dari impor obat adalah perlunya kepercayaan atas produsen obat. Sampai saat ini kepercayaan terutama ada pada beberapa negara yang dikenal produsen obat. Bahan mahal yang diipor terdiri dari obat jadi, bahan baku obat, bahan pengemas obat, teknologi, peralatan dan mesin-mesin, tenaga ahli dan tenaga terampil. Tingginya harga terjadi karena impor menggunakan mata uang asing yang berfluktuasi sesuai kurs dan juga membuat ketersediaan tidak menentu.

Sedangkan harga yang kita keluarkan untuk pengobatan secara tradisional, terutama jika kita dapat menanam sendiri dengan membuat tanaman obat keluarga (TOGA) yang meliputi tanaman untuk pengobatan dan pemeliharaan kesehatan. Harga Akan meningkat jika obat tradisional itu diperoleh dalam bentuk simplisia yang dikeringkan. Akan meningkat lagi jika dikonsumsi dalam bentuk teh atau kapsul. Bahkan akan menjadi cukup tinggi jika dalam bentuk ekstrak.

Cukup jelas kiranya beberapa macam perbedaan obat kimia dan obat tradisional diatas, sekarang giliran anda yang menentukan pengobatan seperti apa yang akan anda pilih untuk mengatasi permasalahan penyakit. Saat ini berbagai macam pengobatan herbal dapat anda dapatkan secara cepat dan langsung dalam satu genggaman. Beberapa obat tradisional yang paling aman dan ampuh adalah jelly gamat gold g dan xamthone plus.

Telah banyak penelitian yang mengungkapkan obat tradisional xamthone plus maupun jelly gamat efektif untuk pengobatan dan pencegahan berbagai macam penyakit, seperti untuk pengobatan asam urat. Bagi anda yang saat ini ingin menangani masalah asam urat secara tradisional. klik obat asam urat tradisional

Artikel terkait : obat alami penyakit hiv aids

No responses yet

Leave a Reply

Diberdayakan oleh Blogger.

SOLUSI JITU PENUMPAS ASAM URAT

SOLUSI JITU PENUMPAS ASAM URAT
OBAT ASAM URAT

Xamthone Plus

Mengkonsumsi jus manggis xamthone dalam dosis yang tepat mampu memberikan kesehatan yang sempurna dan vitalitas, serta mancegah macam-macam penyakit yang dapat menyerang kesehatan tubuh. Inilah minuman kesehatan kelas premium...selengkapnya klik xamthone plus

Hubungi Kami

Pemesanan Xamthone plus:
(081.220.617.666)

Konsultasi:
Ai Lela Laelatul Karimah (085.210.999.969)